To Dare is To Do 

Dari sekian banyak tokoh Perang Bintang (STAR WARS) yang ada, Master Yoda adalah favorit saya. Alasannya, karena dia bijaksana dan mampu berpikir jernih tanpa tergoda harta tahta wanita. Salah satu kutipan legendaris beliau yang paling saya sukai adalah ini:

Maaf ini Yoda Yuki.

 

Maksud saya ini:

Tapi selain itu,  Master Yoda juga sosok yang mampu dengan bijak memaknai arti kekuasaan dan otoritas.

Kekuasaan itu bagaikan dua sisi pedang sakabatou Kenshin, maksud saya, dua sisi mata pisau. Ia bisa berguna bagi banyak orang, namun jika diselewengkan bukan tidak mungkin banyak orang yang akan menderita karenanya.

Kekuasaan adalah istilah asing dalam kehidupan saya. Karena jarang saya berada di tampuk nya. Bukan ingin melarikan diri tapi kekuasaan adalah amanah yang berat yang saya merasa tidak pantas untuk menanggungnya #abotcahomonganku.

Namun baiklah mari kita berandai andai… Oke? Okelah kalau begitu, apa yang terjadi jika saya yang memegang tampuk kekuasaan di almamater (((tercinta))). Langkah pertama, menggratiskan biaya pendidikan.

LOH PIYE KUWI BOS KU? Sebentar bos, ngopi dulu. Ya, saya berpendapat bahwa pendidikan itu adalah hak bagi setiap warga negara. Garis bawahi hal ini  SETIAP WARGA NEGARA. Bukan hanya yang berpunya dan mau membayar ratusan juta demi menyandang gelar “mahasiswa gajah mada”.

Ada banyak kalangan yang mungkin lebih berhak dan lebih mampu mengikuti dunia perkuliahan namun tidak mampu membayar uang masuk ataupun ukt yang berjuta juta itu. Apakah kalangan yang seperti ini dilarang menuntut ilmu di sini? Otentu tidak. Negara perlu hadir dalam aspek ini, seperti yang termaktub dalam pembukaan uud 1945, mencerdaskan kehidupan bangsa. Siapakah bangsa itu? Tentu semua kalangan, bukan hanya kalangan berpunya.

Lho tapi bos, buat apa mikir pendidikan? Makan saja susah kok mikir sekolah!? Anda tahu…setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki apa yang diucapkan Kaisar? “Berapa banyak guru yang tersisa?”  Ya, dia tidak bertanya berapa banyak beras yang tersisa atau cadangan devisa negara. Ia bertanya tentang guru, tentang tenaga pengajar, tentang pendidikan. Karena pendidikan adalah sarana vital untuk membangun satu bangsa. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Begitulah yang ada di lagu kebangsaan kita.

Setelah itu perhatian saya akan tercurah untuk membangun infrastruktur pendukung. Yang pertama adalah memperbaharui buku buku yang ada di perpustakaan. Konon, katanya sakitnya karena diguna guna Universitas ini merupakan kampus terbaik di Indonesia tapi saya tidak melihatnya. Buku buku yang ada masih buku buku keluaran lama, di saat informasi dan perubahan di dunia luar terjadi begitu cepat, kita juga harus mengimbanginya. Tidak lucu mengkaji masalah media sosial dengan menggunakan teori dari buku berusia 4 dekade misalnya. Buku buku yang tersedia di perpustakaan kampus harus relevan dengan kondisi yang ada di lingkungan sekitar.

Termasuk dalam hal ini adalah membebaskan akses Internet. Asal tahu saja, kebebasan mendapatkan informasi adalah salah satu hak asasi. Jadi jangan rasanya di kampus yang katanya lembaga demokrasi tapi akses informasi dibatasi oleh id dan password serta kuota harian.

Yang terakhir adalah menjadikan kampus ini lebih asri. Caranya dengan membatasi penggunaan kendaraan bermotor. Loh capek bos? Lho tunggu sebentar. Pembatasan ini dibarengi dengan solusi bernama sepeda kampus. Dan di sini kampus menyediakan dua pilihan yang bisa dipilih mahasiswa sesuai dengan kebutuhannya: sepeda biasa atau sepeda listrik. Ya tentu sebagai konsekuensi nya akan ada banyak pos sepeda bertebaran di seluruh penjuru kampus ini. Tapi ini investasi yang murah jika dibandingkan dengan harga yang harus dibayar oleh adanya peningkatan polusi.

Dan selanjutnya saya ngantuk, jadi biarkan saya lanjutkan angan angan ini di dunia mimpi. Sampai jumpa.

BGM: Ana la Habibi – Fairuz

Cemilan: Mie cup ABC Selera Pedas rasa Gulai Ayam Pedas

Advertisements

Author: manusiaplanetnamec

Manusia biasa yang menjalani hidup yang tidak biasa

4 thoughts on “To Dare is To Do ”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s