(Review) Snack JUJU Yoru No Request

00000003465913_A01[1]

JUJU. Saya agak lupa lupa ingat awal mula saya mengenal dan menggemari karya penyanyi jebolan Sony Music Entertainment ini. Mungkin, mungkin lho ya, sejak awal 2013…saat itu seorang teman dengan heboh memberitahu bahwa “Daesung rilis album Jepang, lho! Dengerin deh”. Saat itu saya tertarik dengan lagunya yang berjudul “Yasashisa de Afureru You Ni”, yang usut punya usut merupakan lagu yang dinyanyikan oleh JUJU. Tak butuh beberapa lama, saya pun mulai menikmati karya-karyanya.

Hingga suatu saat ada pemberitahuan oleh Spotify tentang album barunya. Tanpa pikir panjang saya langsung menambahkan album ini ke dalam katalog musik saya.

Snack JUJU Yoru no Request adalah album kover ke enam yang dirilis penyanyi ini. Yang membedakannya dengan album album kover sebelumnya adalah lagu di album ini diambil dari lagu lagu populer dari dekade 80-an.

Dan ini lah tracklist yang ada di album ini:

1. Roppongi Shinjuu (六本木心中)

2. Lonely Chaplin (ロンリー・チャップリン) with Suzuki Masayuki

3. Natsu wo Akiramete (夏をあきらめて)

4. Machibuse (まちぶせ)

5. Momoiro Toiki (桃色吐息)

6. Eki (駅)

7. Futari de Osake wo (二人でお酒を)

8. DESIRE -Junjou- (DESIRE –情熱-)

9. Koi ni Ochite (恋におちて)

10. Yume no Tochuu (夢の途中)

11. Silhouette Romance (シルエット・ロマンス)

12. Tsugunai (つぐない)

13. Love Is Over (ラヴ・イズ・オーヴァー)

14. Koibito yo (恋人よ)

15. GOODBYE DAY

Saya sudah pernah mendengar dan menyukai kover lagu Tsugunai yang ada di singel What You Want. Lagu milik Teresa Teng ini diubah menjadi lagu yang sangat lembut lengkap dengan aransemen jazz yang kental. Tapi bagaimana dengan lagu lagu yang lain?

Teman saya pernah bilang jika “JUJU itu pasti jaminan bagus” dan saya serta tidak bisa membantah nya. Saya selalu menyukai rilisan penyanyi berambut keriting ini.  Album ini pun bukan pengecualian.

Sejak pertama kali mendengar album ini dari awal sampai akhir, saya haqqul yaqin jika album ini sudah dikonsep secara matang. Bagaimana tidak? Flow nya sangat enak. Dibuka dengan hentakan lagu upbeat, Roppongi Shinjuu,  dan ditutup dengan alunan lembut Goodbye Days. Kita seakan menjelajahi keberagaman musik negeri Sakura di dekade itu.

Latar belakang JUJU yang berangkat dari musik RnB dan Jazz juga mudah terdengar di album ini karena aransemen lagu lagu yang ada kental dengan unsur kedua aliran musik itu. Apakah itu sesuatu hal yang buruk? Otentu tidak, karena JUJU bisa meracik dan meramu nya secara pas. Hasilnya adalah interpretasi ulang yang membuat lagu lagu itu terdengar segar namun tidak menghilangkan pesona aslinya. Vokal mba JUJU yang lembut dan terkadang menyayat hati pun terdengar pas di lagu lagu yang melankolis, seperti “Eki” dan “Koibito yo”. Rasanya saya ingin gantung diri di pohon toge saja setiap mendengar dua lagu itu.

Dengan konsep yang kuat dan penggarapan yang matang, tidak heran jika album ini menyabet “Japan Record Award for Planning” alias album dengan konsep terbaik di gelaran “Japan Record Award” yang diselenggarakan awal tahun ini.

Intinya,  ini album yang cocok diputar sembari menikmati rintik hujan di malam hari dan ditemani secangkir Lipton Milk Tea (pengin kan).

Advertisements

Author: manusiaplanetnamec

Manusia biasa yang menjalani hidup yang tidak biasa

4 thoughts on “(Review) Snack JUJU Yoru No Request”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s