(Review) Sony MDR EX100 LP

Tak ada yang abadi. Begitu kata Peterpan. Memang  begitulah kenyataannya. Konon tidak ada yang abadi di dunia ini. Kecuali Aki-p dan Mbak Nyan-Nyan. Tapi tidak perlulah kita bahas ini panjang lebar. 

Tak ada yang abadi. Begitu pula dengan riwayat SoundMagic E10S milik saya. In-ear monitor yang sudah tiga tahun menemani dalam berbagai suasana hati. Suaranya makin lama makin kecil dan di satu waktu hilang sama sekali.  Ah, tunai sudah janji bakti. Terimakasih atas segalanya. 

Tanpa menunggu lama, saya pun bergegas mencari penggantinya. Sempat terbersit pemikiran untuk memakai IEM rilisan Audio-Technica namun saya kurang sreg dengan karakter suaranya. Akhirnya saya teringat jika di toko elektronik dekat rumah ada stand khusus produk Sony. Lengkap dengan jajaran earphone nya. Tak lama kemudian saya pun menuju ke sana. 

Tapi malang tak dapat diraih dan untung tak dapat ditolak, saya tidak mendapati stand earphone di sana. Apakah ini akhir cerita kita, Kassandra? Otentu tidak. Karena ternyata stand nya digeser di pojok. 

Seketika saya ambil earphones dengan wadah mungil dan warna kuning ngejreng. Sony MDR EX100 LP.  Itu tulisan yang terpajang di label nya. Produk yang sudah diskontinu karena sudah dirilis lina tahun lalu. Sempat agak khawatir dengan fakta itu but hey it’s Sony. Kualitas nya pasti terjamin. 

Saya pun langsung melakukan tes suara dengan lagu lagu ini:

Mizu umi – Shibasaki Kou. 

YOLO – BAND-MAID. 

Deeper Deeper – One Ok Rock. 

1MM – Perfume. 

39 dan Bohemian Rhapsody – Queen. 

Take Me Higher – Juju. 

Kurenai – X Japan. 

(semua diputar memakai perangkat Sony Walkman NWZ-B183F)

Seperti yang sudah sudah, ekspektasi saya kembali dilampaui oleh Sony. Bahkan tanpa proses burn-in, IEM ini mampu menghasilkan karakter suara yang langsung klik dengan yang saya inginkan. 

Cabikan bass Misa terdengar jelas di lagu YOLO, gebukan drum Yoshiki dan Roger Taylor terasa cukup nendang di telinga. Tapi karakter bass yang kuat ini tidak serta merta menghilangkan suara lainnya. Treble dan mid pun terdengar jelas tanpa terasa over-stretching. Suara soprano Nana Mouskouri pun terdengar jernih dan menghanyutkan (saya sampai ketiduran). 

Pendek kata, IEM ini mampu menyajikan sensasi menikmati musik yang seimbang. Ia dapat menampilkan dentuman bass dengan baik namun di sisi lain suara vokal dan nada nada lain juga dapat terdengar dengan jernih. 

Dari segi fisik, build quality Sony terkenal dengan kualitas tinggi dan produk ini pun bukan pengecualian. Unit iem didesain dengan driver bertipe dynamic berukuran 9mm,  nyaman digunakan selama berjam-jam karena ukurannya yang kecil dan sangat ringan. Serius, saya kadang lupa kalau saya pakai earphone. Unit milik saya sendiri dibuat dari plastik dengan finishing aluminium warna kuning ngejreng. Bukan warna favorit saya tapi yaudahgapapa. Walau dari plastik tapi finishing yang rapi membuatnya tidak terkesan murahan. 

Kabelnya sepanjang 1,2 meter. Tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Asyiknya kabelnya bertipe tangled free alias tidak gampang kusut. Fitur remeh tapi penting. Karena berapa banyak waktu yang terbuang hanya untuk mengurai uwel uwelan kabel kusut? 

Overall, saya sangat puas dengan IEM ini. Apakah ia bisa bertahan lama? Mari kita tanya pada rumput yang bergoyang. 

Advertisements

Author: manusiaplanetnamec

Manusia biasa yang menjalani hidup yang tidak biasa

2 thoughts on “(Review) Sony MDR EX100 LP”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s