20 Februari 2015: Ketika Impian Menjadi Nyata (pt.2)

(part 1)

Menunggu bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Apalagi jika yang ditunggu penuh dengan ketidakpastian.

Tululut…tululut…” telepon di kubikel saya berdering keras. Setengah bete, karena baru saja duduk setelah seharian bekerja di luar, saya angkat telepon itu.

“Ayuh ning pantry. Ngopi ngopi cantik dhisit sebelum rapat” ujar suara di seberang. Oh ternyata itu teman saya.

Ok, sek…aku sales tracking dulu.” saya mengiyakan.

Sepuluh menit berlalu dan saya menuju pantry kantor. Di situ sudah ada beberapa teman satu divisi, geng Ngopi Ngopi Cantik sudah berkumpul rupanya. Dinamakan seperti itu karena hanya kami segelintir wanita di divisi marketing dan kami selalu menyempatkan diri ngumpul di pantry, sekedar haha hehe melepas penat dan jenuh sebelum rapat sore (yang sering berlanjut sampai malam).

Saya membuka lemari pantry dan menyeduh kopi. Untuk kemudian duduk dan menyeruput secangkir Nescafe Gold 3 in 1. Ah, sedapppp….

Seusai makan malam, ponsel saya bergetar. Oh, mention dari sesama fans grup patlapan di Twitter. Isinya sebuah tautan dari fanbase mengenai konser bersama AKB48 yang sudah lama dirumorkan. Tautan itu saya buka dengan skeptis. Bukan apa-apa, sudah sebulan lebih sejak ada kabar mengenai konser itu namun tidak ada kabar lanjutan. Siapa personil yang datang, siapa yang akan menghelatnya. Dan seterusnya dan sebagainya dan lain lain.

Tapi akhirnya saya buka juga tautan tesebut (daripada mati penasaran, kan…).
Yang isinya daftar anggota yang akan datang.
Di tengah hujan rintik rintik….
Saya tercenung…

Hirata Rina
Kuramochi Asuka
Okada Nana
Tiga dari 16 nama anggota AKB48 yang akan datang ke Indonesia. Untuk konser bersama yang diselenggarakan oleh Waku Waku. Tanpa mengecilkan nama-nama lainnya (termasuk Yokoyama Yui, yang menjadi calon General Manager saat itu), ketiga nama ini lah yang paling menarik perhatian. Kenapa? Karena mereka lah favorit saya. Terutama sekali Hirari, panggilan Hirata Rina. Sebagian karena dia dapat berbahasa Inggris, dan sebagian karena dia hampir selalu membubuhkan +1 pada komentar saya di postingan Google Plus nya. Entah sejak kapan saya mendukungnya, tapi saya mengikuti perkembangannya semenjak dia masih menjadi kenkyuuseii, dipromosikan ke Tim K (tim favorit saya), hingga terpilih menjadi senbatsu di singel “Suzukake no Ki no Michi De ‘Kimi no Hohoemi wo Yume ni Miru’ apalah-itu-panjang-banget-judulnya-gue-ga-hafal-hafal-padahal-udah-tiga-tahun-rilis-mbok-ya-jangan-bikin-judul-yang-ribet-sih-AkiP”. 
 
Tapi tetap saja saya bimbang. “Kalau ngga nonton, mungkin ga bakal bisa ketemu mereka lagi selama-lamanya, tapi kalau nonton…mau di mana? alasannya apa? duit dari mana? bagaimana akomodasinya? gimana kalau ga dapet tiket?” Dan segala macam pikiran berkecamuk di benak saya. Hhh mungkin inilah yang namanya orang dewasa, kebanyakan pikiran dan senang membuat rumit kehidupannya sendiri.
Dan saya harus menunggu lagi hingga 3 minggu. Sementara kehidupan berjalan seperti biasanya. Berangkat pagi, bekerja, pulang malam, lihat progress unduhan, nonton sampai ketiduran, dan begitu terus. Rasa skeptis pun kembali muncul karena tidak ada kabar sama sekali. “Ah, sebodo dah. Kalau emang ga jadi ya ga papa” pikir saya kala itu.
(Bersambung…)
Advertisements

Author: manusiaplanetnamec

Manusia biasa yang menjalani hidup yang tidak biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s